Senin, 01 Juli 2013

Kisah Lama

Kisah ini sebenernya udah jadul banget buat diceritain, tapi ga ada salahnya sih gue tuangkan Cerita lama ini melalui benturan jemari Gue dengan keyboard komputer gue ini.
Yah Cerita ini berawal disuatu hari ketika gue masih kelas 9, ketika itu gue dan temen2 satu angkatan berasa menjadi yang paling tua di sekolah, ya secara gitu, udah jadi kuncen sekolah selama 2 tahun, dan di tahun ke-3 ini mungkin bakalan jadi tahun yang mengesankan sekaligus deg-degan menghadapi UN, sekaligus menyisakan banyak kenangan yang harus kita bawa ke tempat yang berbeda *ceilahh*

Oke flashback seeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeettttttttttttt. *masuk lorong waktu*
Bel pulang sekolah udah bunyi dan dibalas dengan kericuhan dari anak-anak yang udah gak sabar buat pulang kerumahnya masing-masing, ngerefresh otak mereka masing-masing yang udah penuh sama materi-materi pelajaran yang masuk ke dalam otak mereka seharian ini.Hari itu gue jalan ke gerbang sekolah sama 2 temen gue sebut aja Hermawan dan Sudrajat. kebiasaan kita bertiga emang diem dulu digerbang sekolah sebelum balik ke rumah masing-masing karena jurusan rumah kita sama, maka ya pastinya naik angkutan umum yang sama, seperti biasa pemandangan yang gak asing bagi gue dan temen-temen gue, adek-adek kelas melintas dengan gagahnya dengan kuda yang mereka tunggangi (nggak deng becanda) ada yang bareng pacarnya, yah gaya sih yah anak SMP saat itu udah gak asing sama yang namanya pacaran, ada yang bareng temen-temennya, dan ada juga yang menyendiri karena ga ada yang nemenin *kasian*. ditengah keramaian adik-adik kelas yang unyu nan manja *ga termasuk cowonya loh* terlihat sesosok wanita berambut panjang, yang panjangnya sampai nyapuin lantai (tapi yang ini bohong lagi) cewe yang kita liat ini keliatan banget polos, dari gaya pakaian yang dipakai, pokoknya nenek-nenek juga udah pasti bisa nebak deh, kalo liat cewe itu, cewe itu tuh polos. cewe itu bareng seorang temen cewenya, dan dia berhenti disalah satu pedagang yang ada disekitar gerbang situ, setelah dia beres beli makanan, dia berhenti di pinggir jalan bersama anak-anak lain dan seorang satpam yang akan mengantarkan mereka menuju sebrang. tiba-tiba ide gila sudrajat mencuat kepermukaan bumi, dia tiba-tiba bilang "gimana kalo kita ikutin itu cewe terus nanti kita minta no. HPnya pas diangkot". dan ternyata si hermawan mengiyakan ajakan sudrajat, ya terpaksa sekaligus mau, gue pun ikutin mereka, mungkin ini sedikit aneh sih, ngikutin cewe yang gak dikenal cuma buat beberapa digit no. handphone, padahal jurusan pulangnya pun beda. singkat cerita kita ber-3 udah nyebrang dan ikut naik angkutan umum yang sama dengan si cewe, tak lama si supir pun memecut angkutan umumnya untuk segera melaju, dari deket cewe ini tuh lebih keliatan unyunyah, dan lebih keluar lagi aura polos dari sicewe ini. di dalem angkot ini kita ber-3 diam membisu menunggu beberapa waktu untuk segera meminta no HP si cewe itu, tapi sayang sepertinya tuhan berkata lain, ketika si sudrajat udah mau ngedeketin itu cewe, ibu-ibu guru datang dengan ributnya, biasalah ibu-ibu. akhirnya kita urungkan niat kita sejenak, sambil menunggu dan berharap si cewe itu gak turun duluan dari pada momi-momi guru.dan ternyata Allah itu memang always listening and always understanding, gak lama kericuhan yang memenuhi seisi angkot mereda karena guru-guru turun dari angkutan tersebut secara berjama'ah, entah apa alasannya, mungkin aja guru-guru yang baru saja turun satu rumah, mungkin.dan inilah saatnya sudrajat menjalankan aksinya, dia mulai mengulurkan tangannya ke saku korban dan perlahan maraih dompet korban *loh* (candaa, gausah terlalu serius makannya :D) oke, sudrajat makin ngegeserin pantatnya ngedeketin si cewe, dan tak lama kata-kata itu terucap dari mulut manisnya, "hei namanya siapa?" si cewe menjawab "Darwin a" *dan angkot meledak* (apasih geje yah, oke lanjut ke fakta sebenarnya) si cewe menjawab " Nisa a" (bukan nama sebenarnya, demi menjamin keselamatan) dan temannya yang duduk disebelahnya kebingungan melihat tingkah sudrajat yang nekat, yah nekat. sudrajat melanjutkan aksinya "boleh minta no. Handphonenya ga?" sambil tersenyum manja Nisa menjawab, "Ga punya HP a" dan dia melanjutkan kata-katanya yang membuat kita ber-3 lemah tak berdaya kata itu adalah...... "KIRI". Nisa turun bersama temannya tanpa mengucapkan kata-kata terakhirnya, setelah turun tiba-tiba mang angkot memanggil Nisa "neng...." sontak saja kita melihat ke depan dari mana arah suara datang, prediksi gue mang angkot mau ngajak kenalan ke Nisa, dan mang angkot melanjutkan kata-katanya "ini kembaliannya neng" dan prediksi gue salah, Nisa mengambil kembaliannya dan mengucapkan terimakasih ke si mang angkot, dan akhirnya kereta kuda yang kita tunggangi kembali melaju, gue dan hermawan sempat tertawa karena aksi sudrajat gagal total, dan setelah lumayan jauh dari tempat nisa turun akhirnya kita ber-3 pun turun karena ini bukanlah arah yang benar menuju rumah kita, dengan tubuh yang letih dan lesu akhirnya kita menyebrang dan menghentikan angkutan umum yang akan membawa kita menuju arah yang sebenarnya, di dalam angkutan umum gue, hermawan dan sudrajat masih membicarakan nisa, bertanya-tanya penghuni kelas apakah dia, dan kita bermaksud mencarinya. Sepertinya tuhan berkata lain untuk hari ini dan misi kita ber-3 gagal. akhirnya kita pulang menuju rumah masing-masing dan hari itu berakhir dengan mengenaskan.